WEB SENI RUPA


Tetap semangat dalam berkarya
Materi seni rupa Kls VIII

SEMESTER 1

MATERI SENI RUPA SMP KELAS VIII SEMESTER 1

Ragam Karya Seni Rupa Nusantara

I. SENI RUPA NUSANTARA

Pengertian dari seni Nusantara adalah beragam bentuk kesenian yang tumbuh dan berkembang di masing-masing daerah yang ada di seluruh wilayah Indonesia.  Ragam bentuk kesenian Nusantara tumbuh sebagai hasil olah budaya masyarakat yang hidup disuatu wilayah sesuai dengan adat istiadat dan kondisi lingkungannya.  Dari sekian banyak bentuk kesenian yang berkembang, salah satunya adalah bentuk karya seni rupa.

Bentuk karya seni rupa setiap daerah tidak sama, semua mempunyai ciri khas yang berbeda dengan daerah lain.  Hal ini dikarenakan karya seni rupa yang dihasilkan merupakan bentuk pengolahan gagasan, teknik, media maupun keahlian dari masyarakat yang mem-buatnya.

Meskipun bentuknya sangat beragam, kalian masih dapat menikmati keindahan dari beragam bentuk karya seni rupa daerah tersebut.  Mengapa ?  Karena seni mempunyai bebe-rapa sifat sebagai berikut :

a. Kreatif

Kemampuan untuk mengubah atau membuat sesuatu yang belum pernah ada.

b. Individu / kelompok

Ciri khas yang melekat pada sebuah karya yang membedakannya dengan hasil karya orang lain atau kelompok masyarakat lain.

c. Perasaan

Penciptaan seni selalu melibatkan emosi, ekspresi dan perasaan.

d. Abadi

Keindahan atau kesan yang disampaikan sipencipta karya akan diterima oleh orang yang melihat atau mendengarnya.  Hal ini akan bertahan dalam waktu yang lama tergantung pada keindahan yang dihasilkan.

e. Umum

Tidak mengenal batasan wilayah.  Seni dapat diterima secara umum oleh segala bangsa, bahasa berlaku sepanjang waktu.

Berdasarkan dimensinya

Karya seni rupa dibedakan menjadi dua yaitu karya 2 dimensi dan karya 3 dimensi.  Pengertian dimensi adalah ukuran yang meliputi panjang, lebar dan tinggi atau volume. Karya seni yang mempunyai tiga ukuran disebut karya 3 dimensional atau tri matra, sedangkan karya seni yang hanya mempunyai dua ukuran yaitu panjang dan lebar disebut karya seni 2 dimensional.

Berdasarkan Kegunaannya

Karya seni yang dihasilkan manusia tidak semata-mata untuk keindahan saja, tetapi beberapa diantaranya dibuat untuk digunakan sebagai kebutuhan atau kelengkapan hidup.  Sehingga karya seni dibedakan menjadi dua yaitu karya seni rupa murni dan karya seni rupa terapan.

a.       Aplied art / Useful Art (Seni Terapan)

Yaitu karya seni yang dibuat selain untuk segi keindahan juga digunakan sebagai alat kebutuhan sehari-hari.  Dapat dikatakan, karya seni ini mempunyai fungsi ganda.  Contohnya : meja, kursi, sepatu, arsitektur bangunan, gerabah dan sebagainya.

b.      Pure Art / Fine Art  (Seni Murni)

Yaitu karya seni yang dibuat hanya untuk kebutuhan batin saja.  Pembuatannya hanya bertujuan untuk pemenuhan rasa keindahan dan kebutuhan ekspresi seniman saja.  Contohnya : lukisan dan patung karya para seniman.

II. MEDIA SENI RUPA 2 DIMENSI DAN 3 DIMENSI

Peralatan dan bahan yang digunakan dalam pembuatan karya seni sering disebut dengan media.  Dengan menggunakan sarana atau media yang tepat, kalian dapat menuangkan ide atau gagasan sesuai dengan ekspresi dari dalam diri untuk membuat sebuah karya seni yang baik.   Untuk itu, sebelum belajar membuat karya yang baik harus memahami terlebih dulu mengenai bermacam media, sifat dan cara menggunakan serta teknik pembuatan karya.

Karya seni dapat tercipta melalui tiga jenis media yaitu media suara, gerak dan rupa atau gabungan ketiganya.  Namun pada materi ini, hanya dibahas mengenai media rupa saja.

a. Media karya 2 dimensi

Yaitu media yang digunakan untuk pembuatan karya seni dua dimensi.  Beberapa diantaranya adalah :

1. Pensil

Jenis pensil dibedakan berdasarkan tingkat kekerasan atau kehitaman karbonnya.  Untuk pensil berkode B menandakan jenis pensil lunak dan hitam.

Terdiri dari kode B, 2B, 3B sampai 6B, sangat tepat digunakan untuk media menggambar.

Untuk pensil berkode H menandakan jenis pensil keras.  Terdiri dari kode H, 2H, 3H sampai 6H, sering digunakan untuk menggambar proyeksi

2. Pensil Arang (Contee)

Terbuat dari sejenis arang halus dan biasa digunakan untuk menggambar potret.  Sifatnya hitam pekat dan agak sulit dihapus.

3. Pastel dan Crayon

Dua jenis media ini secara fisik bentuknya hampir sama, sehingga kalian seringkali kali keliru ketika membelinya tetapi sifat dan bahannya tidak sama.  Pastel (Oil Pastel) terbuat dari bahan kapur halus yang dicampur tepung warna  dan berbasis minyak. Jejak warnanya yang dihasilkan pastel sangat tajam dan kuat serta mempunyai daya lekat  yang baik pada kertas.  Sedangkan Crayon terbuat dari bahan kaolin (lilin) dengan tepung warna sehingga terlihat lebih mengkilap dan keras.

4. Pena

Alat gambar yang digunakan untuk media tinta.  Terbuat dari logam dengan ujung yang bermacam-macam bentuk dan ukurannya.

5. Tinta Bak

Dikenal juga dengan sebutan tinta Cina.  Warnanya hitam pekat dan tidak luntur jika kena air.  Kemasan tinta bak ini ada yang berbentuk cairan dalam botol dan berbentuk balok-balok kecil (dicairkan dulu sebelum digunakan).

6. Cat

Bahan pewarna ini dibedakan berdasarkan basis pengencernya, yaitu :

a)      Cat air  (barbasis air)

Jenisnya ada 2 yaitu water colour yang bersifat transparan dan poster colour yang bersifat plakat.

b)      Cat Minyak (barbasis minyak)

Jenis cat ini biasa digunakan untuk melukis diatas kain atau kanvas.  Sifatnya tidak mudah kering dan warnanya tahan lama.

7. Kuas

Alat yang digunakan untuk mengoleskan cat keatas kertas atau kanvas. Ukuran bulunya ditandai dengan nomor kode yang tertulis pada gagang kuas.  Untuk jenis kuas cat air, bulunya halus dan bentuknya meruncing ketika dicelupkan ke dalam air.  Jenis kuas cat minyak, bulunya lebih kasar.

b. Media karya 3 dimensi

Media yang digunakan dalam berkarya seni 3 dimensi sangat beragam, diantaranya :

1.      Bahan Lunak

Contohnya  ; tanah liat, bubur kertas, bubur semen, lilin, bubur gips dan lain-lain

2.      Bahan Keras

Contohnya ; kayu, batu, marmer, logam dam sebagainya.

III. TEKNIK BERKARYA SENI RUPA

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, masing-masing daerah di Nusantara mempunyai bahan atau media yang berbeda sesuai dengan lingkungannya.  Hal ini juga berlaku pada  teknik pembuatan karya seni rupanya, meskipun secara umum semua teknik yang digunakan terdapat kemiripannya, seperti beberapa teknik berikut ini :

a.       Karya seni rupa 2 dimensi :

-          Untuk menggambar atau melukis digunakan teknik garis (linier), aquarel, pointilis, plakat, arsir atau dussel.

-          Untuk grafis digunakan teknik cetak saring (sablon)

-          Untuk seni batik menggunakan teknik tutup-celup

b.      Karya seni rupa 3 dimensi :

-          Untuk patung digunakan teknik pahat, butsir, cor, cetak-tuang, anyaman, las sambung dan sebagainya.

Seni Batik

I. PENGERTIAN DAN FUNGSINYA

Membatik merupakan kegiatan berkarya seni menggunakan bahan lilin yang dipanaskan dan menggunakan alat canting atau kuas untuk membuat pola gambar atau motif yang dioleskan di atas selembar kain.  Teknik pewarnaannya menggunakan teknik tutup celup.  Karya seni batik ini merupakan salah satu seni terapan Nusantara yang menjadi ciri khas kebanggaan bangsa Indonesia.

Sekarang ini, teknik membatik sudah lebih berkembang.  Membatik tidak saja menggunakan alat canting tetapi sudah menggunakan jenis peralatan lain seperti kuas dan cap (printing).  Maka karya seni batik kemudian dibedakan menjadi :

a. Karya seni Batik Tulis

Menggunakan alat tradisional berupa canting dengan teknik yang lebih sederhana.

b. Karya seni Batik Cap (printing)


Menggunakan alat modern  dengan teknik yang lebih bebas dan  kreatif. Berdasarkan fungsinya, seni membatik dibedakan menjadi dua yaitu :

a. Fungsi Praktis

Kain Batik dipergunakan sebagai bahan sandang untuk pakaian, sarung bantal, taplak meja dan sebagainya.

b. Fungsi Estetis

Kain dengan motif batik dapat dipergunakan sebagai karya seni hias atau lukisan.

II. POLA BATIK

Gambar-gambar yang digunakan dalam membatik biasanya menggunakan ragam hias.  Untuk karya seni batik tradisional selalu menggunakan ragam hias tertentu yang telah lama diterapkan secara turun-temurun sejak jaman dulu.  Ragam hias tersebut mempunyai makna atau simbolik tertentu.  Namun saat ini sudah banyak dijumpai ragam hias batik dengan pola kreasi yang lebih bebas.

Pola Hias merupakan unsur dasar yang dapat dipergunakan sebagai pedoman dalam mendesain  sebuah hiasan

Motif Hias merupakan pokok pikiran dan bentuk dasar dalam ragam hias, meliputi bentuk manusia, alam, tumbuhan dan hewan.

Ragam hias adalah bentuk susunan pola hias dari satu atau lebih motif hias dengan kaidah estetik tertentu sehingga menghasilkan bentuk yang  indah

Ragam hias dibedakan menjadi tiga yaitu :

a.       Motif geometris (pilin ganda, swastika, tumpal)

b.      Motif non geometris (manusia, tumbuhan, hewan)

c.       Motif benda mati (air, awan, batu, gunung, matahari)

(Untuk lebih jelasnya mengenai jenis dan bentuk motif, kalian dapat membuka kembali materi Ragam Hias kelas VII)

III. BAHAN DAN PERALATAN MEMBATIK

a. Bahan yang diperlukan :

Bahan utamanya adalah kain mori/ sutera, lilin (malam), soda api dan pewarna.

Jenis kain katun merupakan jenis kain yang disarankan dan sangat baik menyerap warnanya. Sedangkan kain sutera lebih halus dan harganya tentu saja lebih mahal.  Gunakan ukuran kain yang akan dibatik sesuai kebutuhan.

Lilin yang digunakan untuk membatik bermacam-macam, seperti :

-          Lilin putih

-          Lilin kuning

-          Lilin hitam

ketiganya dibuat dari minyak latung buatan pabrik

-          Lilin tawon yang dibuat dari sarang lebah

dan sebagainya

Pewarnya yang digunakan untuk membatik dapat menggunakan pewarna modern buatan pabrik seperti Napthol, Indigosol dan Remasol atau berasal dari alam seperti :

-          Warna hijau dari daun-daunan (daun kepyar)

-          Warna merah dari  daun jati muda

-          Warna kuning dari kunyit (kunir) yang dicampur dengan kapur sirih

b. Alat yang digunakan

Peralatan tradisional yang masih sering digunakan adalah canting, kuas, wajan, kompor, gawangan, dandang besar, sarung tangan dan setrika.

Canting merupakan alat pokok yang digunakan untuk menuliskan lilin cair di atas kain.  Alat ini terbuat dari tembaga dengan tangkai kayu.  Badan canting digunakan untuk mengambil dan menampung lilin cair dan carat (pipa kecil diujung badan canting) digunakan sebagai jalan keluarnya lilin cair.

Berdasarkan fungsinya dibedakan :

-          Canting reng-rengan (untuk membuat desain awal)

-          Canting isen (untuk mengisi bidang yang sudah dibuat polanya)

Berdasarkan ukurannya dibedakan :

-          Canting kecil

-          Canting sedang

-          Canting besar

Berdasarkan jumlah caratnya dibedakan :

-          Canting cecekan (bercarat tunggal)

-          Canting loron (bercarat dua)

-          Canting telon (bercarat tiga)

Wajan digunakan sebagai wadah lilin yang dipanaskan diatas kompor

Kompor digunakan untuk memanaskan lilin

Gawangan terbuat dari kayu atau bambu digunakan untuk membentangkan kain sehingga mempermudah menuliskan lilin menggunakan canting

Sarung tangan digunakan untuk pelindung tangan pada saat proses pewarnaan

Dandang besar digunakan untuk mencelup kain yang telah selesai dibatik dalam proses pewarnaan dan pelarutan lilin

Sterika digunakan untuk menghilangkan sisa lilin yang masih menempel dengan cara menyetrika kain batik dengan kertas koran diatasnya sehingga lilin akan menempel ke kertas

IV. PROSES MEMBATIK

Langkah-langkah dalam proses membatik yaitu :

a.       Membuat desain pada kertas terlebih dulu atau langsung pada kain.

b.      Persiapan alat dan mencairkan lilin dalam wajan

c.       Lilin cair diambil menggunakan canting dan dioleskan ke atas kain sesuai dengan gambar yang sudah dibuat

d.      Setelah selesai kain dicelupkan ke dandang berisi pewarna dilanjutkan dicelup ke dalam larutan garam lalu bilas

e.       Jika ingin menggunakan warna kedua, maka :

f.       Ulangi langkah ketiga untuk menutup kain yang dikehendaki tetap pada warna pertama

g.      Setelah itu kain dicelupkan ke dandang berisi pewarna kedua dilanjutkan dicelup ke dalam larutan garam lalu bilas

h.      Jika ingin menggunakan warna ketiga, maka :

i.        Ulangi langkah ketiga untuk menutup kain yang dikehendaki tetap pada warna kedua

j.        Setelah itu kain dicelupkan ke dandang berisi pewarna ketiga dilanjutkan dicelup ke dalam larutan garam lalu bilas

k.      Setelah selesai, masukkan kain ke dalam dandang berisi larutan soda api untuk melarutkan lilin yang menempel di kain.

l.        Bilas lalu dijemur (diangin-anginkan) di tempat teduh tidak langsung dibawah sinar matahari.

SENI UKIR

Menggambar Illustrasi

I. PENGERTIAN DAN FUNGSINYA

Kata Illustrasi yang bahasa Inggrisnya “Illustration” ternyata berasal dari bahasa Latin “Illustrare” yang berarti membuat terang (menjelaskan).  Selain fungsi dasarnya menjelaskan sesuatu (bacaan), gambar illustrasi juga berfungsi sebagai penghias yang memperindah tampilan.

Gambar illustrasi sering disamakan dengan gambar bercerita.  Pernyataan ini sering dikaitkan dengan bentuk lukisan tradisional khas Bali atau lukisan wayang beber yang bercorak dekoratif dengan unsur cerita didalam lukisannya. Hal ini dikarenakan keduanya sama-sama menggunakan unsur cerita.  Lukisan dan gambar illustrasi hanya dapat dibedakan berdasarkan fungsi dan penempatannya.  Gambar illustrasi lebih ditekankan pada fungsinya sebagai penjelas, penghias dan pelengkap suatu bacaan.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat gambar illustrasi antara lain :

1.     Gambar sesuai dengan cerita atau tema pokok.

2.      Menonjolkan obyek utama.

3.      Memiliki ciri-ciri tersendiri (karakter).

4.      Menarik dan sederhana.

5.      Mudah dipahami (komunikatif).

6.      Adanya latar belakang / gambar pelengkap.

7.      Menggunakan media yang tepat.

Tujuan atau sifat pokok (Primer) pembuatan gambar illustrasi adalah komunikatif, artinya dengan gambar illustrasi yang menjelaskan teks bacaan, maka pembaca akan lebih memahami isinya.

Sifat ini berkaitan dengan penempatan gambar illustrasi pada buku-buku pelajaran, koran, komik dan sebagainya.  Sedangkan tujuan sekunder gambar illus-trasi adalah sebagai penghias tampilan seperti hiasan sampul, pengisi bidang-bidang yang masih kosong, penunjuk atau pengantar suatu artikel.

Namun demikian dalam perkembangannya, gambar illustrasi sekarang dapat berdiri sendiri menjadi sebuah karya seni rupa 2 dimensi terlepas dari fungsinya sebagai sarana menjelaskan sebuah cerita.  Orang-orang yang berprofesi sebagai pembuat gambar illustrasi disebut dengan Illustrator.

Beberapa tokoh illustrator Indonesia yang karyanya dimuat di media cetak antara  lain :

v  Majalah Horison                = Zaini, Sri Widodo, Hardi

v  Majalah Tempo                  = S. Prinka

v  Majalah Varia                    = Delsy Samsumar

v  Majalah Intisari                 = Henk Ngantung

v  Majalah Aktual                  = Dedi Suardi

v  Majalah Bobo                    = Cahyono, Adi Permadi

v  Majalah Kuncung              = Damarto, Mulyadi W.

v  Koran Kompas                  = G. M. Sidharta

v  Koran Suara Merdeka       = Prie G.S. Gunawan

II. UNSUR GAMBAR ILLUSTRASI

a. Gambar Manusia

Sebelum dapat menggambar obyek manusia, kalian harus memahami terlebih dahulu anatomi (bentuk tubuh) dan proporsi (perbandingan) manusia dengan baik. Anatomi adalah kedudukan struktur tulang dan otot yang menentukan besar kecil, cekung cembung tubuh manusia.  Proporsi adalah perbandingan bagian perbagian dengan keseluruhan.

Hal ini untuk mengetahui berapa perbandingan ukuran kepala dengan tubuh, berapa panjang lengan atas dibandingkan lengan bawah, berapa ukuran lebar bahu dibandingkan tinggi badang dan sebagainya.  Begitu juga pemahaman bagaimana bentuk jari, tangan, hidung, mata, kaki dan anggota tubuh yang lain.

Secara umum proporsi tubuh manusia adalah :

v  Tinggi manusia dewasa (Indonesia)          = 7 x tinggi kepalanya

v  Tinggi manusia dewasa (Barat)                 = 7 ½  x tinggi kepalanya

v  Tinggi manusia dewasa (Superhero)         = 8 x tinggi kepalanya

v  Tinggi anak-anak usia 10 tahun                 = 6 x tinggi kepalanya

v  Tinggi anak-anak usia 5 tahun                   = 5 x tinggi kepalanya

v  Tinggi balita usia 1 tahun              = 4 x tinggi kepalanya

v  Bahu pria lebih lebar daripada bahu perempuan

v  Panjang telapak tangan sama dengan lebar wajah

v  Panjang telapak kaki sama dengan tinggi wajah

v  Letak mata setengah tinggi wajah

v  Panjang mata seperlima lebar wajah

v  Letak cuping hidung ditengah-tengah antara letak mata dan dagu

v  Letak bibir ditengah-tengah antara cuping hidung dan dagu

v  Panjang telinga sebatas tinggi mata dengan cuping hidung

dan seterusnya kalian dapat lebih memahami dengan gambar berikut :

b. Gambar Binatang

Hampir sama dengan menggambar manusia, menggambar binatang juga harus menguasai dulu anatomi dan proporsinya.  Banyaknya jumlah dan jenis binatang yang ada, maka obyek ini dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu :

1.      Binatang Darat

Yaitu kelompok binatang yang hidup di darat baik berkaki dua maupun berkaki empat seperti kuda, kerbau, ayam, itik dan sebagainya.

2.      Binatang Air

Yaitu kelompok binatang yang hidup di air seperti ikan, penyu, lumba-lumba, buaya dan sebagainya.

3.      Binatang Udara

Yaitu kelompok binatang yang hidup di darat tetapi aktifitas hidupnya banyak menggunakan sayap untuk terbang seperti burung, kupu-kupu, lebah dan sebagainya.

c. Gambar Tumbuhan

Menggambar tumbuhan tidak harus selalu sama mirip dengan obyeknya, karena seringkali illustrasi menggunakan gambar tumbuhan ini hanya sekedar pengisi kekosongan saja.  Illustrasi jenis ini tidak memerlukan detil yang lengkap, namun tetap saja perlu diperhatikan bentuk dasarnya supaya tidak kelihatan janggal.

Pada dasarnya bentuk tumbuhan dapat dibedakan apakah jenis tumbuhan berbatang atau tidak, bercabang atau tidak dan jenis tumbuhan rumpun atau berdiri sendiri dan sebagainya.  Perlu diperhatikan juga bahwa setiap jenis tumbuhan mempunyai ciri-ciri atau karakter tertentu yang berbeda dengan jenis lain, baik pada bentuk batang, daun, bunga maupun buahnya.

d. Gambar Alam Benda

Benda-benda yang biasa digunakan sebagai obyek dalam menggambar illustrasi terbagi dalam dua bentuk dasar yaitu bentuk kubistis dan silindris.

III. MEDIA ILLUSTRASI

Media diartikan sebagai bahan atau peralatan yang dibutuhkan.  Dalam menggambar illustrasi tidak dibutuhkan peralatan khusus.  Berdasarkan medianya, peralatan menggambar illustrasi dibedakan menjadi dua yaitu media hitam putih dan media warna.

Yang termasuk media hitam putih antara lain pensil, pena, trek pen, spidol, kuas dan tinta bak.  Sedangkan media pewarna antara lain :

a.   Pensil  / spidol warna

b.   Pastel dan crayon

c.    Cat Air (berbasis air)

1.      Water colour bersifat Transparan (tembus pandang)

2.      Poster Colour bersifat Non transparan

(tidak tembus pandang /opaque)

d.   Cat Minyak (berbasis minyak)

IV. CORAK GAMBAR ILLUSTRASI

a. Realis

Realis artinya gambar illustrasi dibuat dengan bentuk obyek yang mirip dengan aslinya atau sesuai dengan kenyataan.  Baik secara anatomi maupun proporsinya

b. Karikatural / kartun

Karikatur dan kartun adalah gambar illustrasi yang bentuk obyeknya dilebih-lebihkan atau mengalami perubahan (deformasi).  Perbedaannya terletak pada tujuan pembuatan, yaitu karikatur bertujuan untuk memberikan kritik atau sindiran secara halus, sedangkan kartun lebih ditekankan pada penampilan obyek yang aneh dan lucu dengan tujuan menghibur.

c. Dekoratif

Obyek yang digunakan dalam gambar illustrasi corak dekoratif sudah mengalami penggayaan (stilasi) yaitu perubahan bentuk dengan cara menambah atau mengurangi garisnya tanpa meninggalkan bentuk obyek aslinya.

d. Ekspresionis

Gambar illustrasi dengan bentuk ini lebih menekankan pada ekspresi pembuatnya.  Ketrampilan si pembuat serta teknik yang digunakan sangat menentukan hasil akhir gambar illustrasi ini.  Biasanya banyak dijumpai pada jenis illustrsasi pada karya sastra.


Komentar :

No Komen : 12
asus fonepad tablet 7 inci dengan fungsi telepon :: 18-11-2013 12:55:25
Terima kasih informasinya
 
No Komen : 11
annisa diah :: 25-07-2013 11:12:32
jelek banget :)
 
No Komen : 10
EsterGulshamfathima :: 07-02-2013 05:32:53
gax asix gx da contoh gambarny
 
No Komen : 9
Aini Filza :: 07-01-2013 19:21:48
mana gambarnya ???
 
No Komen : 8
kkasd :: 03-09-2012 08:37:32
kgk jellas lloe !
 
No Komen : 7
farhan :: 29-07-2012 04:52:52
kenapa tidak ada gambarnya
 
No Komen : 6
I Ketut Kawi :: 01-04-2012 17:40:05
perlu tampilkan contoh
 
No Komen : 5
Lrs :: 21-03-2012 21:49:51
bagus bgt
 
No Komen : 4
Rosini :: 20-02-2012 13:29:03
Mau liat motif ya donk?
 
No Komen : 3
agatha jessica :: 15-01-2012 20:44:31
saya mau menanyakan tentang mengidentifikasi karya sni rupa terapan indonesia
 
No Komen : 2
lilik p w :: 30-12-2011 10:14:38
bagus mohon penyertaan gambar atau vidio pada bembaruan massa mendatang
 
No Komen : 1
Andhika .W. :: 27-11-2011 11:12:38
bagus banget dech, tapi mana jenis-jenis seni lukis hias beserta pengertiannya?
 
Nama :
E-mail :
Web :
Komentar :
Masukkan kode pada gambar


    [Emoticon]

Pengumuman PPMB

Artikel Popular

  • Data NUPTK Terbaru
    11-07-2011 11:41:29  (21)
  • RPP SENI BUDAYA SMA
    07-07-2011 19:41:36  (14)
  • IKATAN GURU SENI BUDAYA SMP
    19-07-2011 11:59:40  (12)
  • Materi seni rupa Kls VIII
    10-07-2011 22:57:12  (12)
  • Materi S eni Rupa Kls VII
    10-07-2011 23:00:10  (10)

Artikel Terbaru

Pengunjung

    150086

Peringkat Blog guru

Blog Guru Topsites List

kalender

SELAMAT DATANG

Link Partner

Komentar Terbaru